Posted in Mutiara Kata, Self Reflections on Oct 24th, 2011

…sometimes, when you give up on someone, it’s not because you don’t care anymore, but rather because you realize they don’t.
…something very simple, but yet so profound: Whosoever does good must know that it is from Allah (Azza-wa-jall) and it is only He who allowed him to do so; and whosoever is protected from evil, must know that it is Allah (Azza-wa-jall) who protected him and there is no one else who can do so.
…at all times, be firm in your heart. Ibn Ata’illah stated:
“Relieve yourself of worry after you have planned; do not concern yourself with what Allah has undertaken on your behalf.”
——————————
P.S. Cahaya kiriman Ilahi.
Posted in Hati, Mutiara Kata on Oct 15th, 2011

Sincerity has a beautiful taste.
The taste of “I am headed to You (Allah) alone.
I only belong to You.”
It has a secret.
It leaves something in the heart.
It leaves joy in the heart.
Try it.
Perhaps, perhaps then..
we shall finally cease hurting ourselves and others.
————————————————————
P.S. Your healing words, the beauty of your soul, shines through your loving face :)

Orang-orang yang beriman, yang sedar akan hakikat dunia yang fana’, menunjukkan kasih sayang mereka antara satu sama lain dengan persediaan untuk akhirat. Sebanyak yang mereka ingin untuk mencapai keredaan, rahmat, dan Syurga Allah, mereka juga ingin orang yang di sayangi dan menyayangi mereka utk berkongsi nikmat dan keindahan yang sama.
———————————————————–
P.S. A person will think of the hereafter of someone he sincerely loves :)
Posted in Cinta, Mutiara Kata on Oct 7th, 2011

“Cinta ialah iradah Tuhan, dikirimnya ke dunia supaya tumbuh. Kalau ia terletak di atas tanah yang lekang dan tandus, tumbuhnya akan menyiksa orang lain. Kalau ia datang pada hati yang keruh dan kepada budi yang rendah, ia akan membawa kerosakan. Tetapi jika ia hinggap di hati yang suci, ia akan mewariskan kemuliaan, keikhlasan dan taat kepada Ilahi.” (Hamka)
—————————————————-
P.S. Akhlak peribadi-mu seindah mutiara zabarjad..
Bagaimana dapat ku berpaling dari kemilau-mu? :)

Rasulullah SAW sentiasa tersenyum manis dan ini sangat menyenangkan sesiapa yang melihatnya. Senyuman adalah sedekah, senyuman yang ikhlas memiliki daya sentuhan yang dalam ke lubuk hati sesiapapun, senyum adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia yang mencintai kebaikan.
—————————————————————–
P.S. “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia.” (Baqarah, 117)